Kata terlontar dari raga sebagai sekat jumpa
Rasa terlanjur membata jadilah dia lara
Bagaimana mungkin bisa menembus kaca
Disaat sang pemilik raga tak menyambut asa
Aku hanya bayangmu di kaca jendela
Yang tak lagi kau pandang sejak lama
Merana tanpa daksa
Hanya mampu melihatmu
Pabila kau menatapku
Hanya mampu dekatimu
Pabila kau datangiku
Hanya mampu sentuhimu
Pabila kau sandariku
Aku hanyalah cermin dalam kaca
Yang tlah retak tak berharga
Whie
Kamis, 14 April 2016
Rabu, 13 April 2016
The art of the heart
It's unique
We can't choose who
For it chooses itself
By God's will
For He promises everything has its pair
For us to be grateful for
Whie
We can't choose who
For it chooses itself
By God's will
For He promises everything has its pair
For us to be grateful for
Whie
Harap 'kan Rasa
Merugi, katamu
Menyambung nyawa lewat harap fatamorgana
Tidak, sanggahku
Dengan itu aku tetap hidup
Dan ya, sadarku
Sebab, hidup tak mati
Dengan pisau tertancap didada
Whie
Menyambung nyawa lewat harap fatamorgana
Tidak, sanggahku
Dengan itu aku tetap hidup
Dan ya, sadarku
Sebab, hidup tak mati
Dengan pisau tertancap didada
Whie
Selasa, 12 April 2016
Perumpamaan Kita
Inginku padamu,
Bagai akar pada pohon
Menguatkan
Bagai embun pada daun
Menyejukan
Rasaku tanpamu,
Bagai panah tiada busur
Lemah
Bagai ruang tiada udara
Hampa
Hatimu tentang kita,
Bagai untaian huruf acak
Tak bermakna
Bahkan mungkin,
Bagai terkena amnesia
Lupa
Dugaan,
yang kuharap sekedar sangka
Semoga ...
Whie
Bagai akar pada pohon
Menguatkan
Bagai embun pada daun
Menyejukan
Rasaku tanpamu,
Bagai panah tiada busur
Lemah
Bagai ruang tiada udara
Hampa
Hatimu tentang kita,
Bagai untaian huruf acak
Tak bermakna
Bahkan mungkin,
Bagai terkena amnesia
Lupa
Dugaan,
yang kuharap sekedar sangka
Semoga ...
Whie
Langganan:
Postingan (Atom)